Kelompok Bermain Kembang


Cerita Kami


Kelompok Bermain Kembang adalah cikal bakal Sekolah Kembang. Cerita Sekolah Kembang dimulai dari sebuah garasi kecil di sebuah rumah di wilayah Kemang, 

Jakarta Selatan. Ibu Yaya Suwarso (almh) kala itu ingin memberikan teman bermain bagi kedua putranya.

Didukung keluarga dan teman-teman, beliau memberanikan diri membuka sebuah sekolah pada tahun 1974. 

Sejak awal pendiriannya hingga kini, Kelompok Bermain Kembang selalu menjadi rumah kedua untuk anak-anak. Di sinilah anak-anak bebas bermain, belajar mengembangkan keterampilan hidup sehari-hari, menjalin pertemanan, hingga belajar mandiri di tengah suasana yang nyaman dan hangat bagaian di tengah keluarga. 

Ada banyak kenangan manis melekat di benak para alumni Kelompok Bermain. Guru-guru yang hangat dan terbuka, tradisi membuat roti di hari Kamis, hingga pembagian semprong sepulang sekolah. Kebiasaan-kebiasaan baik ini masih tetap kami jaga hingga saat ini. 

Saat ini, Kelompok Bermain memiliki tiga kelas lintas usia (mixed age) yang terdiri dari anak-anak berusia antara 1.5 hingga 3.5 tahun di tiap kelasnya. 

Bermain di Kembang

Sentra Belajar

Sentra Belajar memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memuaskan rasa ingin tahu mereka secara mandiri. Sentra belajar mengasah kemampuan anak untuk membuat keputusan, belajar dari pengalaman konkret, berkomunikasi dengan orang lain, hingga melakukan negosiasi. 

Literasi 

Kecintaan terhadap literasi telah ditanamkan sejak dini di Kelompok Bermain Kembang. Melalui kegiatan mendengarkan cerita, maupun membaca mandiri di dalam kelas. Kegiatan belajar di dalam kelas pun dibuat berdasarkan buku cerita ramah anak. Setiap kelas memiliki buku yang telah dikurasi dan disesuaikan dengan tingkat kemampuan membaca yang beragam. 

Keterampilan Hidup 

Kelompok Bermain mengajarkan keterampilan hidup praktis yang mereka temui dalam keseharian di rumah maupun lingkungan sekelilingnya. Seperti, mencuci dan menjemur pakaian, membereskan mainan, dan berkomunikasi dengan orang lain. 

Memasak

Apalah artinya Kelompok Bermain Kembang tanpa tradisi membuat roti? 

Membuat roti adalah salah satu kegiatan bermakna yang menjadi kegemaran dan meninggalkan kenangan yang mendalam bagi anak-anak Kembang. Pada hari-hari tertentu, anak-anak akan membuat roti manis yang dihiasi pelengkap kesukaan mereka. Roti ini kemudian dinikmati bersama di kelas. 

Tim Kelompok Bermain

Tim Ungu

Tim pengajar kelas ungu terdiri dari Ibu Nurul yang juga merupakan koordinator Kelompok Bermain, Ibu Octa, dan Ibu Sofie. Ibu Sofie adalah guru yang paling lama bersama KB Kembang di kelas ini. Sedangkan Ibu Octa saat ini sedang menyelesaikan skripsinya di jurusan Bahasa Inggris. Mulai tahun ini, ia juga akan mengampu pelajaran Bahasa Inggris di salah satu kelas TK. 


(ki-ka: Ibu Sofie, Ibu Nurul, dan Ibu Octa)

Tim Jingga

Tim pengajar kelas Jingga terdiri dari Ibu Asti, Ibu Lilis, dan Ibu Nae. Ibu Asti dan Ibu Lilis adalah dua pengajar KB Kembang yang telah bersama kami sejak dulu. Keduanya dikenal sebagai guru yang penuh semangat dan pantang menyerah. 


(ki-ka: Ibu Asti, Ibu Lilis)

Tim Biru

Tim pengajar kelas Biru terdiri dari Ibu Keke, Ibu Dwi, dan Ibu Nur. Ibu Keke dan Ibu Nur adalah guru-guru yang telah bersama KB Kembang sejak lama. Ibu Keke dikenal sebagai pencerita yang andal. Anak-anak menikmati kegiatan bercerita bersama Ibu Keke. Adapun Ibu Dwi baru bergabung beberapa tahun terakhir. Ia menyukai isu-isu dalam perkembangan anak-anak. 


(ki-ka: Ibu Dwi, Ibu Keke)

Ibu Magda

Ibu Magda adalah guru paling senior di Kelompok Bermain Kembang. Beliau telah bersama Kembang sejak tahun '80-an. Saat ini, beliau menemani anak-anak Kelompok Bermain saat kegiatan bermusik. Ibu Magda dengan gitarnya dapat ditemukan di bawah pohon rindang di playground setiap siang. 

Ibu Nurul

Ibu Nurul adalah Koordinator Kelompok Bermain Kembang. Ia memiliki latar belakang pendidikan di bidang Pendidikan Bahasa Inggris. Ibu Nurul saat ini mengajar di kelas Ungu.

Hubungi Ibu Nurul